Senin, 20 Februari 2012

Tentang Bisnis Sepakbola

Mungkin kamu bisa merubah model mobil favoritmu.. atau merubah tipe wanita idamanmu.. tapi percayalah, akan sangat sulit bagimu merubah klub sepakbola idolamu, jika kamu penggemar sepakbola..
Sepakbola sudah menjadi hiburan massal yang dengan mudah diakses semua orang. tayangan siaran langsung membanjiri layar televisi kita setiap akhir pekan. Mulai dari Liga Barclay, Liga TIM hingga LPF Liga dengan rutin mengunjungi ruang keluarga. bahkan kadang tambahan menu Liga Champions, kasta tertinggi liga eropa di tengah minggu membuat kita rela menjaga kantuk pada dini hari. begitulah sebuah industri harus berjalan, dan sepakbola sudah sukses melakukannya.

Keberhasilan sepakbola merajai dunia olahraga, bahkan menembus benteng tebal American Football di negeri Paman Sam patut diacungi jempol. dengan kombinasi sempurna antara permainan yang berkualitas, pemasaran yang modern serta komersialisasi individu sepakbola, maka tak heran jika bisnis di bidang sepakbola mampu menarik investasi dari taipan dan milyarder dari timur tengah dan russia. tiga tonggak penyokong ekonomi sepakbola menjadi semakin merajalela dengan semakin mudahnya akses informasi di masa sekarang. seorang pencinta sejati tidak perlu menangisi pertandingan yang terlewatkan karena adanya sistem database video maupun cuplikan kejadian penting selama pertandingan, sehingga bisa diakses melalui internet.

pondasi pertama yaitu permainan yang berkualitas mutlak diperlukan, karena tanpa hal tersebut maka tidak ada komunitas supporter yang rela membeli tiket dan membeli atribut sebuah klub. sumber keuangan sebuah klub di eropa menyebutkan bahwa penghasilan dari penjualan tiket dan merchandise menyumbang hampir 25% keuangan klub, dengan catatan tidak ada produk bajakan yang beredar. permainan yang berkualitas memerlukan talenta kelas wahid untuk mewujudkannya, dan sebuah tim yang menyuguhkan permainan menghibur biasanya diisi dengan pemain yang berkualitas, baik inti maupun cadangan. dana transfer yang disediakan klub tidak hanya untuk proses transfer pemain antar klub sepakbola, namun juga menyangkut gaji pemain yang nilainya bisa mencapai milyaran rupiah dalam sebulan. pemain berkualitas dianggap pantas untuk mendapatkan gaji yang tinggi, karena supporter menyukai pemain berkualitas, dan supporter yang menyukai pemain berkualitas akan membeli atribut pemain idola mereka. seperti itulah siklus keuangan pemain-klub-supporter, perputaran uang berjalan begitu cepat.

strategi kedua, yaitu pemasaran yang modern merupakan ujung tombak keuangan klub. maka tak heran dewasa ini pasar asia menjadi tujuan klub sepakbola eropa. mulai dari pembelian pemain dari asia timur semisal Jepang dan Korea Selatan; rangkaian tur pra musim yang menyasar hingga kawasan Asia Tenggara; sampai yang terakhir mendirikan sekolah sepakbola di Indonesia oleh AC Milan, Arsenal, Barcelona dan seterunya Real Madrid. konsep Liga Champions yang baru juga merupakan hasil dari proses pengamatan yang berorientasi pada pemasaran. perubahan jadwal final Liga Champions dan Europa League (dahulu UEFA) menjadi hari Sabtu ditujukan untuk meningkatkan rating dan jumlah penonton. Rating yang tinggi menarik iklan yang banyak, dan tayangan dengan rating tinggi dijual dengan hak siar yang tinggi juga kepada televisi di berbagai negara. Penonton yang banyak-Hak Siar yang menguntungkan merupakan sebuah mutualisme yang sangat menggiurkan.

Yang terakhir adalah komersialisasi insan di dunia sepakbola. mulai dari seragam, sepatu, celana dalam, muniman, pisau cukur serta potongan rambut menjadikan pemain sepakbola aset yang sangat mahal. pemain dengan penampilan menarik seperti Ronaldo, Kaka hingga sang maestro iklan Beckham tahu potensi mereka. maka tak heran jika wajah mereka menghiasi iklan yang muncul mengiringi tayangan sepakbola. bahkan wasit terkenal asala italia, Pierluigi Collina, bisa mendapatkan kontrak iklan produk asuransi, mengingat nama besar yang disamdangnya sebagai wasit internasional. Prinsip utamanya adalah : supporter yang mengikuti idolanya-pemain sepakbola menjadi bintang iklan. dua kesatuan yang akan mengukuhkan popularitas pemain dan menambah pundi-pundi keuangan pemain, produsen produk dan tentu saja tanpa mengesampingkan kepuasan dari supporter setia.